Senin, 02 Februari 2015

Semua berawal dari sini

sesuai dengan judulnya semua berawal dari sini, gue akan membahas tentang bagaimana sampai gue bisa dan menyukai dunia dapur atau professional kitchen. pada awalnya gue adalah siswa SMK N 1 Kota Ternate yang mengambil Jurusan Multimedia dan gue sm sekali tidak tertarik dengan dunia dapur.setelah gue lulus sma pada tahun 2011 gue memutuskan utk tidak melanjutkan kuliah tetapi langsung bekerja karena ingin membantu ekonomi keluarga dan pada saat itu bokap gue lagi ngambil pasca sarjana nya di Makassar, setela melamar di salah satu outlet atau distro yang menjual baju2 bermerk yang dipake peselancar dan skater (orang yang senang bermain skateboard) gue bekerja disitu selama 1 tahun dan gaji gue gue pake utk menabung spy bisa membeli laptop dan biaya tambshsn ketika gue kuliah nanti. singkat cerita ketika gue mengambil cuti gue selama 1 minggu dan gue pake utk hibernasi dirumah. diselah-selah waktu kosong gue habiskan dengan menonton tv dan kebutulan ada salah satu station tv yag menyiarkan kompetisi memasak dan dari situ gue berpikir kalau memasak itu menyenangkan. setelah kejadian itu gue semakin suka dan tertarik dengan all about cooking. singkat cerita kurang lebih gue kerja disitu selama 1 tahun dan gue menjabat menjadi kasir di bulan ketiga gue pada saat gue bekereja disitu, mungkin karna ketrampilan dan basic gue memang dibidang komputer jadi gue dipercaya utk menjadi kasir setelah 3 bulan kerja. setelah setaun kerja gue memutuskan utk resign dengan alasan mau melanjutkan kuliah dan mengambil fak teknik komputer guna memperdalam ilmu gue tentang komputer. setelah gue resign gue sering main ke sekolah gue dan memang gue sangat akrab dengan guru - guru gue jadi sudah seperti teman kl gue ngobrol dengan mereka. pada saat gue mau pulang gue ditawarin sm ketua jurusan gue utk mengikuti tes beasiswa pemda utk kuliah di STP Sahid Jakarta, karena semua pertimbangan guru gue dan melihat track record gue selama bersekolah  disitu mereka memilih gue sebagai calon mrk. tetapi gue tdk langsug mengiyakan tawaran mrk, gue hrs ngobrol sm orang tua gue kebutulan waktu itu boka gue sudah menyelesaikan pasca sarjana nya. gue sharing dengan mrk dan mrk menyerahkan keputusannya ke gue dengan syarat gue kuliah disanabaik-baik, ga bikin masalaah, dan yang paling penting ga bikin malu orang tua dan nama daerah. gue mulai dilema utk mengambil keputusan apa mendalami bidang gue di komputer atau keluar dari zona gue dan mencoba hal baru (pariwisata) gue sholat minta petunjuk dari Allah dan kata hati gue memilih utk mengambil tawaran dari guru gue.
singkat cerita dari 20 yg mengikuti tes itu hanya 15 orang yang lolos dan berangkat ke jakarta 'ce ileh kayak audisi ajang pencari bakat aja hahaha', sesampai dijakarta dan memulai aktifitas gue dikampus gue bingung karena yang diajarkan di kampus bersifat general (front office, housekeeping, food service, food product, pastry) dan semua mata kuliah itu sangat baru buat gue sedangkan teman2 yang lain sudah mempunyai basic di bidang pariwisata. singkat cerita pada saat gue mau On the Job Training gue bingung mau di dept apa, gue konsultasi dengan om gue yg kebutulan background nya orang hotel dia menyarankan gue utk ambil food service karena dia juga di dept itu dan sisi positifnya dia bs mengajarkan gue tentanf hotel terutama di food service lebih intens ketimbang apa yg gue dapet di kampus dan ok fix i choose food and service department. ok dan gue memulai training pertama gue di hotel dan di bagian service atau yang biasa kt tahu waiter/ess tetapi karna gue orangnya gampang adaptasi dengan lingkuang baru seminggu training gue udah dekat dengan orang dapur dr hotel tsb. dan gue memutuskan utk di rolling ke kitchen dan manager training gue setuju dan dari situ gue mendalami kitchen, dunia dimana lu siap utk di maki2 ketika bikin kesalahan dan menurut gue neraka di hotel karena di kitchen fisik dan mental harus kuat. setalah 3 bulan di kitchen periode training gua udah kelar tanpa disangka-sangka exc chef gue meminta gue utk menjadi karyawan dia tetapi gue menolak dengan alasan gue msh hrs banyak belajar. itu kisah singkat gue menetukan pilihan dari multimedia beralih ke kitchen dan sekarang gue sangat sangat mencintai pekerjaan gue di kitchen.